Penyaluran Bansos Kemensos Tahap 2 Tahun 2025: 363.000 KPM Masih Dalam Proses Perbaikan Data
Penyaluran Bansos Kemensos Tahap 2 Tahun 2025 melalui pemerintah terus dipercepat agar segera diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam proses penyaluran bansos, ditandai dengan berkurangnya jumlah KPM yang gagal menerima bantuan.
Dari total 768.000 KPM yang sebelumnya belum mendapatkan bansos, lebih dari 405.000 kini telah berhasil diproses dan menerima dana bantuan.
Hal ini menunjukkan efektivitas perbaikan data serta percepatan penyaluran bansos tahap kedua.
Proses Perbaikan Data KPM Masih Berlangsung
Namun, sekitar 363.000 KPM masih dalam tahap perbaikan data administrasi yang meliputi perubahan nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan ketidaksesuaian lainnya.
Proses ini dilakukan secara kolaboratif dengan pihak perbankan guna memastikan validitas dan keakuratan data penerima bansos.
Penyaluran Bansos Tahap 2 Tahun 2025
Penyaluran bansos tahap dua mencakup gabungan program reguler dan penebalan bansos dengan jumlah penerima tetap.
Setiap KPM penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan menerima total bantuan sebesar Rp1 juta pada Juni 2025, yang terdiri dari Rp600 ribu bantuan reguler dan Rp400 ribu bantuan penebalan, diberikan secara bertahap pada Juni dan Juli 2025.
Lebih dari 14 juta KPM telah menerima BPNT reguler.
Sedangkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), tingkat penyaluran sudah mencapai 80,43%, dan BPNT telah mencapai 82,95%.
Percepatan Pembukaan Rekening Bank untuk KPM
Kemensos juga fokus mempercepat pembukaan rekening bank bagi KPM yang belum memiliki akses.
Saat ini, sekitar 1,94 juta KPM PKH (19,4% dari total penerima) dan 2,72 juta KPM sembako (14,9%) masih dalam proses pembukaan rekening.
Sementara itu, ribuan KPM PKH dan sembako telah berhasil membuka rekening aktif untuk menerima dana bansos secara langsung.
Koordinasi Intensif dengan Perbankan untuk Kelancaran Penyaluran
Gus Ipul menegaskan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dengan bank guna memastikan penyaluran bansos berjalan lancar dan tepat waktu.
“Kami terus berkoordinasi dengan perbankan agar proses distribusi bansos bisa cepat dan akurat. Setiap masukan dari bank langsung kami tindaklanjuti dengan perbaikan data atau penyaluran dana,” ujarnya.











